Program Double Track Woodworking & Welding di SMA Al Munawwariyyah adalah program pendidikan vokasi berbasis keterampilan teknik pertukangan kayu dan pengelasan logam. Program ini dirancang untuk membekali santri dengan keahlian praktis dalam menciptakan produk furnitur maupun konstruksi besi yang bernilai estetika dan ekonomi tinggi.
Berikut adalah deskripsi lengkap mengenai program tersebut:
1. Fokus Utama Program
Program ini menggabungkan dua disiplin ilmu teknik manufaktur:
- Woodworking (Pertukangan Kayu): Seni mengolah kayu menjadi produk fungsional (furnitur, hiasan dinding, dll).
- Welding (Pengelasan): Teknik menyambung logam menggunakan mesin las untuk kebutuhan konstruksi dan dekorasi industrial.
Tujuannya adalah agar santri memiliki keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia konstruksi, interior, dan industri kreatif.
2. Materi Pembelajaran & Skill yang Dipelajari
Kurikulum dibagi menjadi dua konsentrasi yang saling melengkapi:
A. Kompetensi Woodworking:
- Pengenalan Material: Mengenal jenis-jenis kayu (Jati, Mahoni, Pinus) dan kayu olahan (Plywood/MDF).
- Teknik Pemotongan & Penghalusan: Menggunakan alat manual dan mesin (Circular Saw, Jigsaw, Planer).
- Finishing: Teknik mempercantik produk dengan pernis, cat duko, atau pelapis HPL.
- Assembly: Teknik penyambungan kayu yang kuat dan rapi.
B. Kompetensi Welding:
- Teori Pengelasan: Memahami teknik las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) atau las listrik.
- Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3): Prosedur penggunaan helm las, sarung tangan tahan api, dan APD lengkap.
- Fabrikasi Logam: Teknik memotong besi, menekuk, dan menyambung sesuai gambar kerja.
- Pembuatan Produk Kombinasi: Membuat furnitur gaya industrial (kombinasi kayu dan besi).
3. Fasilitas dan Bengkel Kerja (Workshop)
- Workshop Terpadu: Ruang kerja luas dengan sirkulasi udara yang baik.
- Peralatan Pertukangan: Dilengkapi dengan meja kerja kayu, mesin amplas, bor tangan, dan mesin serut.
- Area Pengelasan: Area khusus dengan sekat pelindung api, mesin las inverter, dan meja potong besi.
- Alat Ukur Presisi: Penggaris siku, meteran, dan jangka sorong untuk hasil kerja yang akurat.
4. Keunggulan Bagi Santri
- Kemandirian Ekonomi: Santri bisa langsung menerima pesanan pembuatan pagar, rak buku, meja sekolah, atau kusen setelah lulus.
- Mentalitas Kerja: Melatih ketelitian, kesabaran, dan kekuatan fisik yang terukur.
- Sertifikasi Keahlian: Mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai bekal bekerja di perusahaan manufaktur atau bengkel profesional.
Prospek Lulusan
Lulusan program ini memiliki peluang karier yang luas, antara lain:
- Entrepreneur Mebel & Konstruksi: Membuka bengkel las atau workshop furnitur mandiri.
- Interior Fitter: Tenaga ahli pemasangan dekorasi interior rumah dan kantor.
- Welder Profesional: Juru las bersertifikat untuk proyek konstruksi baja.
- Craft Maker: Pengrajin produk dekorasi rumah (Home Decor) yang dipasarkan secara online.
Visi Program: “Santri Terampil, Karya Berkualitas.” Di SMA Al Munawwariyyah, setiap percikan las dan serutan kayu adalah ibadah untuk menciptakan manfaat bagi sesama.
K3 dan Katalog Proyek Latihan:
1. Standar Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) di Bengkel
Setiap santri wajib mematuhi aturan ini sebelum menyentuh alat apapun:
- Alat Pelindung Diri (APD) Wajib:
- Welding Mask (Topeng Las): Wajib digunakan saat mengelas untuk melindungi mata dari sinar UV dan infra merah.
- Wearpack / Apron Kulit: Melindungi tubuh dari percikan api las dan serpihan kayu.
- Sarung Tangan Kulit: Khusus untuk las (tahan panas) dan sarung tangan kain untuk kayu.
- Sepatu Safety: Sepatu tertutup dengan sol tebal untuk menghindari tertusuk paku atau tertimpa besi/kayu.
- Masker Debu: Wajib saat melakukan proses pengamplasan kayu.
- Lingkungan Kerja:
- Tabung APAR (Alat Pemadam Api Ringan): Harus tersedia di sudut yang mudah dijangkau.
- Ventilasi: Kipas penyedot asap (exhaust fan) harus menyala saat proses pengelasan.
- Kabel: Pastikan tidak ada kabel yang terkelupas atau tergeletak di lantai yang basah.
2. Katalog Proyek Latihan (Progressive Projects)
Proyek ini dirancang dari tingkat kesulitan rendah ke tinggi:
Level 1: Dasar (Minggu 1-4)
- Woodworking: Membuat Kotak Amal atau Rak Al-Qur’an kecil. Fokus pada teknik memotong siku dan penghalusan permukaan.
- Welding: Membuat Penyangga Pot Bunga sederhana. Fokus pada teknik titik las (tack weld) agar besi tersambung lurus.
Level 2: Menengah (Minggu 5-8)
- Woodworking: Membuat Bangku (Stool) tanpa sandaran. Fokus pada kekuatan sambungan (jointing).
- Welding: Membuat Rak Sepatu Besi minimalis. Fokus pada kerapian hasil las dan teknik gerinda untuk menghaluskan sambungan.
Level 3: Lanjutan/Kombinasi (Minggu 9-12)
- Industrial Style Furniture: Membuat Meja Belajar Santri dengan rangka kaki besi dan permukaan atas kayu jati belanda/plywood.
- Pagar/Teralis: Membuat pagar pengaman kecil atau teralis jendela sekolah. Fokus pada kekuatan konstruksi dan pengecatan anti karat.
3. Tip Sukses untuk Instrukur:
“Selalu lakukan ‘Demo Alat’ sebelum santri mencoba sendiri. Pastikan mereka paham fungsi setiap tombol dan cara mematikan alat secara darurat (Emergency Stop).”
Manajemen Bahan Sisa (Limbah)
Santri juga diajarkan untuk mengolah limbah:
- Sisa Kayu: Bisa dibuat menjadi gantungan kunci, phone holder, atau talenan.
- Sisa Besi: Bisa dilas menjadi hiasan dinding berbentuk kaligrafi atau abstrak.
LEMBAR PENILAIAN PROYEK WOODWORKING & WELDING
SMA AL MUNAWWARIYYAH
Nama Santri/Kelompok: …………………………..
Nama Produk: …………………………..
Tanggal Selesai: …………………………..
| No | Aspek Penilaian | Kriteria Penilaian | Skor (1-10) | Catatan Instruktur |
| 1 | Konstruksi & Kekuatan | Apakah sambungan (las/skrup) kokoh? Tidak goyang dan mampu menahan beban? | ||
| 2 | Presisi & Ukuran | Apakah dimensi sesuai dengan gambar kerja? Apakah sudut-sudutnya sudah siku ($90^\circ$)? | ||
| 3 | Kerapian (Finishing) | Kayu: Halus (tidak ada serat tajam). Besi: Bekas las sudah digerinda rata dan rapi. | ||
| 4 | Estetika (Pengecatan) | Apakah warna rata? Tidak ada cat yang menetes atau pernis yang belang? | ||
| 5 | K3 & Kedisiplinan | Apakah selama pengerjaan menggunakan APD lengkap dan menjaga kebersihan bengkel? | ||
| TOTAL SKOR | (Maksimal 50) |
Kategori Nilai:
- 45 – 50: Grade A (Sangat Layak Jual) โ Kualitas setara standar toko furnitur.
- 35 – 44: Grade B (Layak Pakai) โ Konstruksi kuat, namun finishing perlu ditingkatkan.
- < 35: Grade C (Perlu Perbaikan) โ Produk perlu diperbaiki pada bagian sambungan atau kehalusan.
Rekomendasi Penjualan (Marketing Point):
Setelah produk dinilai dan mendapatkan Grade A, tim Digital Marketing bisa mulai mengambil foto produk tersebut untuk dipasarkan dengan label:
“Handmade by Al-Mun Santri – Kualitas Kuat, Harga Sahabat.”

