Tata Tertib dan Disiplin Siswa SMA Al Munawwariyyah
1. Kewajiban Umum
- Akidah & Ibadah: Melaksanakan salat fardu berjamaah, mengikuti kajian kitab/tadarus, dan menjaga adab islami di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
- Kehadiran: Siswa wajib hadir di kelas maksimal 5 menit sebelum bel berbunyi.
- Seragam: Mengenakan seragam sekolah sesuai jadwal dengan rapi, sopan, dan sesuai syariat (menutup aurat dengan sempurna).
- Etika: Menghormati guru, staf, sesama siswa, dan menjaga nama baik almamater serta pesantren.
2. Larangan Utama
- Membawa alat elektronik (HP/Laptop) tanpa izin khusus untuk keperluan pelajaran.
- Melakukan tindakan perundungan (bullying), kekerasan fisik, atau verbal.
- Membawa, mengonsumsi, atau mengedarkan rokok, miras, dan narkoba.
- Keluar dari lingkungan sekolah/pesantren tanpa izin tertulis dari pihak berwenang.
Kategori Pelanggaran dan Konsekuensi
Sistem poin biasanya efektif untuk memantau kedisiplinan secara akumulatif. Berikut adalah pembagian kategori sanksinya:
| Kategori Pelanggaran | Jenis Pelanggaran (Contoh) | Konsekuensi / Sanksi |
| Ringan | Terlambat masuk kelas, seragam tidak rapi, tidak memakai atribut lengkap, membuang sampah sembarangan. | Teguran lisan, tugas kebersihan mendadak, atau setoran hafalan surat pendek. |
| Sedang | Tidak mengikuti salat jamaah/kegiatan diniyah, keluar kelas tanpa izin, membawa barang terlarang (komik/game non-edukatif). | Penugasan edukatif, penyitaan barang (sementara), pemanggilan wali kelas, dan surat peringatan 1 (SP1). |
| Berat | Membawa HP tersembunyi, membolos sekolah, bertengkar/berkelahi, bersikap tidak sopan kepada guru. | Pemanggilan orang tua, skorsing, penyitaan barang (permanen), dan surat peringatan 2 (SP2). |
| Sangat Berat | Melakukan tindakan asusila, mencuri, mengonsumsi narkoba/miras, melakukan kekerasan fisik parah. | Dikembalikan kepada orang tua (Dikeluarkan/Drop Out) secara tidak hormat. |
Mekanisme Pembinaan
- Pendekatan Persuasif: Mengutamakan dialog antara guru BK/Wali Kelas dengan siswa.
- Sanksi Edukatif: Sanksi tidak boleh bersifat menyiksa fisik, melainkan membangun karakter (seperti menulis istighfar, membaca kitab, atau khidmah kebersihan).
- Sistem Poin: Setiap pelanggaran memiliki bobot poin. Jika poin mencapai ambang batas tertentu (misal: 100 poin), maka siswa otomatis diproses untuk pemberhentian.
Sistem Kredit Poin Pelanggaran yang disesuaikan dengan lingkungan SMA Al Munawwariyyah. Sistem ini dirancang agar transparan, terukur, dan memudahkan guru BK atau pengurus pesantren dalam melakukan pemantauan.
Tabel Bobot Poin Pelanggaran Siswa
Siswa biasanya diberikan batas maksimal 100 Poin dalam satu tahun ajaran. Jika mencapai 100, maka dilakukan pemutusan hubungan studi (Drop Out).
1. Pelanggaran Ringan (5 – 10 Poin)
Sifat: Ketidaktertiban administratif dan kedisiplinan harian.
| Jenis Pelanggaran | Poin | Sanksi Langsung (Contoh) |
| Datang terlambat ke sekolah/kelas | 5 | Membersihkan halaman/setor hafalan |
| Seragam tidak rapi atau tidak sesuai jadwal | 5 | Merapikan saat itu juga |
| Rambut gondrong (putra) atau riasan berlebih (putri) | 10 | Pemotongan rambut/pembersihan riasan |
| Membuang sampah tidak pada tempatnya | 5 | Operasi semut (memungut sampah) |
| Tidak melaksanakan tugas piket kelas | 10 | Piket pengganti selama 2 hari |
2. Pelanggaran Sedang (15 – 25 Poin)
Sifat: Pengabaian terhadap kegiatan wajib dan etika dasar.
| Jenis Pelanggaran | Poin | Sanksi Langsung (Contoh) |
| Tidak mengikuti Salat Berjamaah/Diniyah | 15 | Istighfar 100x & Salat Sunnah |
| Keluar lingkungan sekolah tanpa izin (Bolos jam pelajaran) | 20 | Tugas membuat esai bertema kedisiplinan |
| Membawa HP/Alat elektronik tanpa izin | 25 | Penyitaan barang (1 bulan) & SP 1 |
| Merusak fasilitas sekolah (ringan) | 15 | Mengganti/memperbaiki barang tersebut |
| Berkata kasar atau tidak sopan pada teman/staf | 20 | Meminta maaf di depan kelas/forum |
3. Pelanggaran Berat (30 – 50 Poin)
Sifat: Pelanggaran moral, integritas, dan aturan prinsipil.
| Jenis Pelanggaran | Poin | Sanksi Langsung (Contoh) |
| Melawan atau menghina Guru/Kiai | 50 | Pemanggilan Orang Tua & SP 2 |
| Merokok di lingkungan sekolah/pesantren | 40 | Pembinaan khusus & Surat Perjanjian |
| Terlibat perkelahian/tawuran (fisik) | 50 | Skorsing 3-7 hari & SP 3 |
| Mencontek saat Ujian Nasional/Sekolah | 30 | Nilai nol pada mata pelajaran terkait |
| Membawa/menyebarkan konten pornografi | 50 | Penyitaan alat & pembinaan mental intensif |
4. Pelanggaran Sangat Berat (75 – 100 Poin)
Sifat: Kriminalitas dan pelanggaran syariat berat.
| Jenis Pelanggaran | Poin | Sanksi Langsung (Contoh) |
| Mengonsumsi/mengedarkan Miras & Narkoba | 100 | Drop Out (Dikeluarkan) |
| Melakukan tindakan asusila/zina | 100 | Drop Out (Dikeluarkan) |
| Melakukan pencurian besar atau perjudian | 75 | Skorsing panjang & SP Terakhir |
| Tindakan kriminal yang berurusan dengan hukum | 100 | Drop Out (Dikeluarkan) |
Tahapan Tindak Lanjut Berdasarkan Akumulasi Poin
Untuk memastikan keadilan, sekolah perlu melakukan tahapan berikut sesuai jumlah poin yang terkumpul:
- 25 Poin: Peringatan Lisan & Pembinaan oleh Wali Kelas.
- 50 Poin: Surat Peringatan 1 (SP1) & Pemanggilan Orang Tua ke sekolah.
- 75 Poin: Surat Peringatan 2 (SP2), Skorsing, dan Perjanjian di atas materai.
- 100 Poin: Surat Peringatan 3 (SP3) & Pengembalian siswa kepada orang tua secara permanen.

